..LANJUTAN ...
DAN KETAHUILAH pula, bahwa bahkan Kitab tertua dalam khazanah Kristen (dan Yahudi) juga tidak pernahlah menyatakan bahwa ada Tuhan selain Beliau, Yang Maha Tunggal, "Allah":
Penggunaan kata "Allah" yang berarti Tuhan sering kali terdengar agak aneh, esoterik, dan asing bagi telinga orang Barat (yakni sumber kerusakan agama Tauhid/Unitarian selama ini).
Allah adalah kata dalam bahasa Arab yang berasal dari pemadatan "al" dan "Ilah". Ia berarti Tuhan atau menyiratkan "Satu Tuhan".
Secara linguistik, bahasa Ibrani dan bahasa Arab terkait dengan bahasa-bahasa Semitik, dan istilah Arab "Allah" atau "al-Ilah" terkait dengan "El" dalam bahasa Ibrani, yang berarti "Tuhan" ((A) Toombs LE (1971) B) Schonfield HJ (1967))
.
"El-Elohim" berarti "Tuhannya para tuhan" atau "Sang Tuhan" ((A) Beavin EL (1971) B) Toombs LE (1971) C) Schonfield HJ (1967))
.
Ia adalah kata bahasa Ibrani yang dalam Perjanjian Lama diterjemahkan sebagai "Tuhan".
Karena itu, kita bisa memahami bahwa penggunaan kata "Allah" adalah konsisten, bukan hanya dengan Al-Qur'an dan tradisi Islam, tetapi juga dengan tradisi-tradisi-biblikal yang tertua.
Persamaan mendasar antara istilah Arab "al-Ilah", di mana Allah merupakan pemadatannya, dan istilah Ibrani "El-Elohim" bisa dipahami secara lebih jelas jika kita memerhatikan abjad bahasa Arab dan Ibrani.
Baik bahasa Arab maupun Ibrani sama-sama tidak memiliki huruf untuk bunyi vokal!
Abjad kedua bahasa tersebut hanya terdiri dari konsonan, dan keduanya bersandar pada penandaan sebagai bunyi vokal yang secara khas ditemukan hanya dalam tulisan formal sebagai satu petunjuk pengucapan!
Transliterasi bahasa Indonesia dari istilah Arab "al-Ilah" dan istilah Ibrani "El-Elohim" telah memasukkan penandaan-penandaan vokal ini.
Jika kita harus menghilangkan transliterasi Indonesia berupa penandaan-penandaan vokal ini, maka istilah Arab tersebut menjadi "al-Ilh" dan istilah Ibrani di atas menjadi "El-Elhm".
Jika kita harus menghilangkan bentuk jamak, yang hanya ditemukan dalam bahasa Ibrani, maka istilah Arabnya tetap "al-Ilh", sementara istilah Ibraninya menjadi "El-Elh".
Akhirnya, jika kita harus melakukan transliterasi atas seluruh "alif" dalam bahasa Arab sebagai "a", dan seluruh "alif" dalam bahasa Ibrani sebagai "a" juga, maka istilah Arabnya menjadi "Al-Alh", dan istilah Ibraninyapun menjadi "Al-Alh"!
Tidakkah engkau dapat melihat, betapa kesaamaannya adalah sangat jelas? :)
Dengan kata lain, dengan pengecualian tunggal bahwa bahasa Ibrani menggunakan bentuk jamak, "al-Ilah", di mana Allah merupakan pemadatannya, dan "El-Elohim", istilah Ibrani yang diterjemahkan sebagai Tuhan dalam Perjanjian Lama, benar-benar merupakan istilah yang sama sekali identik dalam bahasa Arab dan Ibrani, dua bahasa yang memiliki hubungan sangat erat.
... BERSAMBUNG ...
Me
Minggu, 12 Desember 2010
seri telaah kristen VII: sejarah yahudi dan perjanjian lama 6
Dikutip dari http://muslimstory.wordpress.com/2009/08/05/rencana-zionis-lucifer-freemason-yahudi-sudah-dekat-must-read/
Disarikan dari ceramah-ceramah penyusun di Depag lantai 7, 20-3-2007, berjudul “ ZIONISME & FREEMASONRY “, Di Masjid Istiqlal 12-4-2007, berjudul “ Mewaspadai Yahudi dan Musyrik”. Di FAKTA ( Forum Anti Kristenisasi & Pemurtadan ) Jakarta Timur 26-1-2008 berjudul “ Ahmadiyah & Yahudi “ dan lain-lain.
2. Peringatan Allah tentang Yahudi, baca “ 76 Karakteristik Yahudi dalam Al Qur’an “. Oleh Musthofa Al Maraghi, termasuk Al Maidah 82, Al Baqoroh 120, Al Fatihah 7, dll.
3. Dr. Mahathir Muhammad, “ The Jews Rule This World By Proxy “. Proxy yahudi berganti-ganti : Seluruh Dunia / Imprelaris, Prancis, Inggris, dan sekarang Amerika Serikat. Proxynya di Asean adalah Singapura, Washington tiap tahun manghasilkan 100 kebijkan yang manguntungkan yahudi dan Israel (lewat AIPAC).
1. Freemasory & Iluminati (1-12)
Hancurkan musuh-musuhnya lewat ● FINANCE ● FOODS ● FILMS ● FASHION ● FANTASY ● FAITH ● FRICTION ● Complicting Ideologis ● Industri Senjata / Jadwal Perang ● Lembaga Keuangan Internasional ● Industri Logistik / Rekonstruksi Pasca Perang ● Industri / Pengebaran Candu / Narkoba / Miras / Rokok ●.
2. Zionisme Internasional (13-21)
● Ciptakan / kendalikan The New World Order ● Ciptakan Revolusi Nasional & Perang Dunia ● Rekayasa Separatisme dan desintegrasi ● Ciptakan Revolusi Sex (Freesex, Homosex, Lesbian) ● Rusak Keluarga (Domestic Partner, Aborsi) ● Buat Aliran – Aliran Sesat ● Buat / Kuasai Senjata Biologis / Virus / Senjata Cuaca / Pemusnah Massal ● Promosikan Sekularisme sebagai agama baru / masa depan ● Promosikan Multi Partai.
3. Internasional Missionary(22-29)
● Hujat Keabsahan Al Qur’an ● Singkirkan Syariah Islam ● Ciptakan Keraguan Terhadap Kebenaran Islam ● jauhkan Dunia Islam dari Science, Technology & Industri ● Rusak Akal dan Moral Generasi Muda ● Pecah Belah Dunia Arab / Islam ● Ciptakan Diktatorisme di Dunia Islam ● Dunia Islam hanya jadi Konsumen dan Importir ●.
4. Trio Imperialisme(30-38)
● Ciptakan Program-Program kemiskinan ● Kuasai Aset Ekonominya ● Kuasai Kekayaan Alamnya ● Kuasai Aset Informasinya ● Kuasai Sistem Politik dan Hukumnya ● Hancurkan Moral Rakyatnya ● Hancurkan Militansi Rakyatnya ● Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme, & Pluralisme) ● Ramaikan Pemurtadan ●.
5. Skenario Separatisme dan Agressi dari luar(39-46)
● Terpurukkan Ekonomi Nasionalnya ● Pertentangan Elit Politiknya ● Suburkan Komflik Horizontalnya ● Pecah – belah Militernya ● Datangkan “ Pasukan Perdamaian “ ● Buat serbuan Paradigmatis ● Buat Sel-Sel Perlawanan ● Invasi Militer Setelah Diciptakan Status Legal Intervention ●.
6. Penyebaran Pemikiran Sesat(47-50)
● Karl Marx (Materialisme dan Atheisme) ● Sigmund Froud (Instinc Sexual & Libido) ● Nietze (Mencari Kepuasan Meski Dengan Kekejian) ● Charles Darwin (Manusia dari Monyet, yang Kuat harus mengalahkan yang lemah).
7. Penghancuran Dunia Abad 21(51-57)
● Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo) ● Hapuskan Indonesia 2025 ● Hapuskan Pakistan 2025 ● Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025 ● Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya) ● The New Crusade ● Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).
8. Brainwashed Muslims(58-64)
● Ada 60.000 Agen Intel Asing Muslim Indonesia ● Ada 200.000 Intelektual Muslim Yang Telah Di Cuci Otaknya Di Amerika Serikat / Barat ● Lebih 30 LSM Islam Dibina The Asia Foundation (TAF) ● Pesaantren-Pesantren Indonesia Yang Dibantu pemerintah Amerika / Australia ● Seluruh UIN dan IAIN wajib menggunakan kurikulum kewarganegaraan “ Sumbangan “ Amerika dalam soal Pluralisme, Liberalisme, Sekularisme dan Dosen 66 Universitas Islam Swasta sejak 2006 dibina oleh TAF ● Ulama & Intelektual Muslim mengaku mewakili ormas-ormas Islam dan UIN bermesraan dengan para pemimpin Yahudi / Israel sejak 2007 ● Tokoh-tokoh Aliran Sesat dan Islam binaan Amerika mengusulkan pembubaran MUI.
KEYAKINAN AGAMA YAHUDI ì ZIONISME ISRAEL / INTERNASIONAL
I.
1. Yahudi yang kita ketahui berkitab suci Taurot (yang diturunkan kepada Nabi Musa as ) tetapi sekarang tidak dipakai sama sekali bahkan sengaja dihilangkan. Taurat yang sekarang telah diubah-ubah oleh Samhandren (Pendeta Yahudi Tertinggi). Sehingga ayat-ayatnya banyak yang baru.
2. Kitab yang sekarang jadi pegangan adalah Thalmud ; bukan berasal dari “ langit “ tetapi sebuah kitab yang berasal dari para penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (menyembah syetan Lucifer).
3. Para yahudi Zionis Israel yang mempropagandakan sekularisme berpedoman pada hasil rapat “ Pinisepuh Zion “ di Basel ( Swiss ) tahun 1897 yang bernama “ The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion “, yang ingin mendirikan Negara Israel → Israel Raya dan menguasai Dunia baru lewat tipu daya Demokratisasi, HAM, Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain.
4. beberapa ayat Talmut itu antara lain :
· Seoraang robbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkannya. Tuhanpun mengakui bahwa robbi itu memenangkan debat tersebut ( Baba Mezian 59b)
· Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon Ben Yohai, “ Bahkan orang kafir (Gentiles) yang paling baik pun seluruhnya harus dibunuh” (Perjanjian Kecil, Soferin 15)
· Hanya orang-orang yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non yahudi (Gentiles atau Ghoyim) bukanlah manusia melainkan binatang, (Kerithuth 6b).
· Orang-orang non-yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang yahudi (Midraseh Talpioth 225).
· Angka kelahiran orang-orang non-yahudi harus ditekan sekecil mungkin ( Zohar II,4b).
· Tuhan tidak pernah marah kepada orang yahudi melainkan hanya marah kepada orang-orang non-yahudi (Talmud IV/8/4a).
· Orang yahudi harus selalu berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi (Zohar,168a).
· “ Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari ahli kitab Talmud dari pada ayat-ayat Taurat (Talmud Erubin 2a).
sumber : http://entamchengho.multiply.com/
... BERSAMBUNG ...
Disarikan dari ceramah-ceramah penyusun di Depag lantai 7, 20-3-2007, berjudul “ ZIONISME & FREEMASONRY “, Di Masjid Istiqlal 12-4-2007, berjudul “ Mewaspadai Yahudi dan Musyrik”. Di FAKTA ( Forum Anti Kristenisasi & Pemurtadan ) Jakarta Timur 26-1-2008 berjudul “ Ahmadiyah & Yahudi “ dan lain-lain.
2. Peringatan Allah tentang Yahudi, baca “ 76 Karakteristik Yahudi dalam Al Qur’an “. Oleh Musthofa Al Maraghi, termasuk Al Maidah 82, Al Baqoroh 120, Al Fatihah 7, dll.
3. Dr. Mahathir Muhammad, “ The Jews Rule This World By Proxy “. Proxy yahudi berganti-ganti : Seluruh Dunia / Imprelaris, Prancis, Inggris, dan sekarang Amerika Serikat. Proxynya di Asean adalah Singapura, Washington tiap tahun manghasilkan 100 kebijkan yang manguntungkan yahudi dan Israel (lewat AIPAC).
1. Freemasory & Iluminati (1-12)
Hancurkan musuh-musuhnya lewat ● FINANCE ● FOODS ● FILMS ● FASHION ● FANTASY ● FAITH ● FRICTION ● Complicting Ideologis ● Industri Senjata / Jadwal Perang ● Lembaga Keuangan Internasional ● Industri Logistik / Rekonstruksi Pasca Perang ● Industri / Pengebaran Candu / Narkoba / Miras / Rokok ●.
2. Zionisme Internasional (13-21)
● Ciptakan / kendalikan The New World Order ● Ciptakan Revolusi Nasional & Perang Dunia ● Rekayasa Separatisme dan desintegrasi ● Ciptakan Revolusi Sex (Freesex, Homosex, Lesbian) ● Rusak Keluarga (Domestic Partner, Aborsi) ● Buat Aliran – Aliran Sesat ● Buat / Kuasai Senjata Biologis / Virus / Senjata Cuaca / Pemusnah Massal ● Promosikan Sekularisme sebagai agama baru / masa depan ● Promosikan Multi Partai.
3. Internasional Missionary(22-29)
● Hujat Keabsahan Al Qur’an ● Singkirkan Syariah Islam ● Ciptakan Keraguan Terhadap Kebenaran Islam ● jauhkan Dunia Islam dari Science, Technology & Industri ● Rusak Akal dan Moral Generasi Muda ● Pecah Belah Dunia Arab / Islam ● Ciptakan Diktatorisme di Dunia Islam ● Dunia Islam hanya jadi Konsumen dan Importir ●.
4. Trio Imperialisme(30-38)
● Ciptakan Program-Program kemiskinan ● Kuasai Aset Ekonominya ● Kuasai Kekayaan Alamnya ● Kuasai Aset Informasinya ● Kuasai Sistem Politik dan Hukumnya ● Hancurkan Moral Rakyatnya ● Hancurkan Militansi Rakyatnya ● Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme, & Pluralisme) ● Ramaikan Pemurtadan ●.
5. Skenario Separatisme dan Agressi dari luar(39-46)
● Terpurukkan Ekonomi Nasionalnya ● Pertentangan Elit Politiknya ● Suburkan Komflik Horizontalnya ● Pecah – belah Militernya ● Datangkan “ Pasukan Perdamaian “ ● Buat serbuan Paradigmatis ● Buat Sel-Sel Perlawanan ● Invasi Militer Setelah Diciptakan Status Legal Intervention ●.
6. Penyebaran Pemikiran Sesat(47-50)
● Karl Marx (Materialisme dan Atheisme) ● Sigmund Froud (Instinc Sexual & Libido) ● Nietze (Mencari Kepuasan Meski Dengan Kekejian) ● Charles Darwin (Manusia dari Monyet, yang Kuat harus mengalahkan yang lemah).
7. Penghancuran Dunia Abad 21(51-57)
● Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo) ● Hapuskan Indonesia 2025 ● Hapuskan Pakistan 2025 ● Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025 ● Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya) ● The New Crusade ● Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).
8. Brainwashed Muslims(58-64)
● Ada 60.000 Agen Intel Asing Muslim Indonesia ● Ada 200.000 Intelektual Muslim Yang Telah Di Cuci Otaknya Di Amerika Serikat / Barat ● Lebih 30 LSM Islam Dibina The Asia Foundation (TAF) ● Pesaantren-Pesantren Indonesia Yang Dibantu pemerintah Amerika / Australia ● Seluruh UIN dan IAIN wajib menggunakan kurikulum kewarganegaraan “ Sumbangan “ Amerika dalam soal Pluralisme, Liberalisme, Sekularisme dan Dosen 66 Universitas Islam Swasta sejak 2006 dibina oleh TAF ● Ulama & Intelektual Muslim mengaku mewakili ormas-ormas Islam dan UIN bermesraan dengan para pemimpin Yahudi / Israel sejak 2007 ● Tokoh-tokoh Aliran Sesat dan Islam binaan Amerika mengusulkan pembubaran MUI.
KEYAKINAN AGAMA YAHUDI ì ZIONISME ISRAEL / INTERNASIONAL
I.
1. Yahudi yang kita ketahui berkitab suci Taurot (yang diturunkan kepada Nabi Musa as ) tetapi sekarang tidak dipakai sama sekali bahkan sengaja dihilangkan. Taurat yang sekarang telah diubah-ubah oleh Samhandren (Pendeta Yahudi Tertinggi). Sehingga ayat-ayatnya banyak yang baru.
2. Kitab yang sekarang jadi pegangan adalah Thalmud ; bukan berasal dari “ langit “ tetapi sebuah kitab yang berasal dari para penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (menyembah syetan Lucifer).
3. Para yahudi Zionis Israel yang mempropagandakan sekularisme berpedoman pada hasil rapat “ Pinisepuh Zion “ di Basel ( Swiss ) tahun 1897 yang bernama “ The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion “, yang ingin mendirikan Negara Israel → Israel Raya dan menguasai Dunia baru lewat tipu daya Demokratisasi, HAM, Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain.
4. beberapa ayat Talmut itu antara lain :
· Seoraang robbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkannya. Tuhanpun mengakui bahwa robbi itu memenangkan debat tersebut ( Baba Mezian 59b)
· Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon Ben Yohai, “ Bahkan orang kafir (Gentiles) yang paling baik pun seluruhnya harus dibunuh” (Perjanjian Kecil, Soferin 15)
· Hanya orang-orang yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non yahudi (Gentiles atau Ghoyim) bukanlah manusia melainkan binatang, (Kerithuth 6b).
· Orang-orang non-yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang yahudi (Midraseh Talpioth 225).
· Angka kelahiran orang-orang non-yahudi harus ditekan sekecil mungkin ( Zohar II,4b).
· Tuhan tidak pernah marah kepada orang yahudi melainkan hanya marah kepada orang-orang non-yahudi (Talmud IV/8/4a).
· Orang yahudi harus selalu berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi (Zohar,168a).
· “ Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari ahli kitab Talmud dari pada ayat-ayat Taurat (Talmud Erubin 2a).
sumber : http://entamchengho.multiply.com/
... BERSAMBUNG ...
Sabtu, 11 Desember 2010
Abu Nawas: Ibu Sejati
Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda.
Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.
Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.
Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.
Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.
"Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.
"Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?"
"Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perempuan itu serentak.
"Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas mengancam.
Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.
"Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.
Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.
Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.
Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.
Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.
Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.
"Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.
"Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?"
"Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perempuan itu serentak.
"Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas mengancam.
Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.
"Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.
Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.
Kamis, 09 Desember 2010
Humor
Remote Control
Suatu hari ada kakek ompong yg di opname, Kakek sedang nonton
TV mau ganti Channnel. Cari remote control sani sini gak
ketemu, lalu tanya ke Suster,
"SUS... EMUT CON**OLNYA DONG..."
Dengan sewot Suster menjawab, "EMUTEN DEWE MBAH!!!"
Menahan Nafsu Supaya Cepat Kaya
Pada suau saat ada sepasang suami istri datang kerumah dukun
untuk meminta kekayaan. Persyaratan dari mbah dukun ternyata
sangat mudah mbah dukun berkata :
Dukun : "Kalau kalian ingin cepat kaya kalian dalam melakukan
hubungan intim yang masuk kedalam lubang istrimu hanya
kepalanya saja."
Suami : "Ngaak ada syarat yang lain?"
dukun : "Tidak"
Lalu mereka pulang kerumah lalu mempraktekan apa yang
disyaratkan.
Karena kepalanya aja yang masuk kedalam lubang istrinya maka
suaminya berkata :
Suami : "Mah kayanya sedang-sedang aja yah jadi aku masukinnya
setengah batang..."
Istri : "Iya deh mas"
Karena sang suami sepertinya tidak tahan akan apa yang
dilakukan berdua maka pada waktu akan datang semprotan dasyat
suaminya berkata :
Suami : "Miskin-miskin dah..."
Monyet
cinta ini, cinta adalah, cinta caraku, cinta untuk, cinta membuat, cinta monyet, cinta bingung. ####### Bacalah tanpa menggunakan kata cinta".
Susah Masuk
Kalo susah masuk karena lemes, Jilat dulu ujungnya…
Klo dah tegang baru arahkan kelubangnya..
Agak Dorong sedikit supaya masuk..
lalu tarik…
Nah SELAMAT MENJAHIT
Ayo…. Jangan Ngerez donk…. he..he..!!
Suatu hari ada kakek ompong yg di opname, Kakek sedang nonton
TV mau ganti Channnel. Cari remote control sani sini gak
ketemu, lalu tanya ke Suster,
"SUS... EMUT CON**OLNYA DONG..."
Dengan sewot Suster menjawab, "EMUTEN DEWE MBAH!!!"
Menahan Nafsu Supaya Cepat Kaya
Pada suau saat ada sepasang suami istri datang kerumah dukun
untuk meminta kekayaan. Persyaratan dari mbah dukun ternyata
sangat mudah mbah dukun berkata :
Dukun : "Kalau kalian ingin cepat kaya kalian dalam melakukan
hubungan intim yang masuk kedalam lubang istrimu hanya
kepalanya saja."
Suami : "Ngaak ada syarat yang lain?"
dukun : "Tidak"
Lalu mereka pulang kerumah lalu mempraktekan apa yang
disyaratkan.
Karena kepalanya aja yang masuk kedalam lubang istrinya maka
suaminya berkata :
Suami : "Mah kayanya sedang-sedang aja yah jadi aku masukinnya
setengah batang..."
Istri : "Iya deh mas"
Karena sang suami sepertinya tidak tahan akan apa yang
dilakukan berdua maka pada waktu akan datang semprotan dasyat
suaminya berkata :
Suami : "Miskin-miskin dah..."
Monyet
cinta ini, cinta adalah, cinta caraku, cinta untuk, cinta membuat, cinta monyet, cinta bingung. ####### Bacalah tanpa menggunakan kata cinta".
Susah Masuk
Kalo susah masuk karena lemes, Jilat dulu ujungnya…
Klo dah tegang baru arahkan kelubangnya..
Agak Dorong sedikit supaya masuk..
lalu tarik…
Nah SELAMAT MENJAHIT
Ayo…. Jangan Ngerez donk…. he..he..!!
Minggu, 05 Desember 2010
seri telaah kristen VII: sejarah yahudi dan perjanjian lama 6
... LANJUTAN ...
Daftar Merek Dagang dan/Perusahaan Global Penyumbang kepada Bani Israil (Israel-Yahudi) dalam ikatan Kapitalisme-Pasar Bebas dan Corporatocracy di jaman Modern (Abad XVII-XX) dan Pos-Modern (Abad XX-XXI) ini:
+ A & W
+ AOL
+ AT & T
+ Andrex, Kotex
+ Arbusto Oil
+ Ariel
+ Biotherm
+ British Telecom
+ Boeing
+ Boss
+ Cable & Wireless
+ Coca-Cola (Sprite, Fanta, dll.)
+ Carlyle Group
+ Carrefour
+ Citibank
+ Danone
+ Daimler
+ De Beers
+ Delco
+ Disney
+ Donna Karan
+ Estee Lauder
+ GAP
+ Garnier
+ General Motors
+ Halliburton
+ Huggies
+ Jo Malone
+ Johnson & Johnson’s (dihargai Israel sebagai yang tertinggi)
+ Kentucky Fried Chicken (KFC)
+ Kimberley-Clarke
+ Kit Kat
+ Kleenex
+ L’ Oreal
+ Lamer
+ Lancome
+ Levi’s
+ Libby’s
+ Mac Donald’s (Mac D)
+ Marks & Spencer
+ Marlboro, Benson’s (Philip Morris termasuk Sampoerna yang sekarang milik Philip Morris)
+ Maxwell House Coffee
+ Maybeline
+ Merit, L & M
+ Motorola
+ Nescafe
+ Nestle
+ Nokia
+ Origin Clinique
+ Pampers
+ Perrier
+ Pryca
+ Ralph Laurent
+ River Island
+ Revlon
+ Sanex
+ Sara Lee
+ Selfridges & Co
+ Starbucks
+ Siemens
+ Tchibo
+ Vittel
+ Volkswagen
+ Wrangler
+ Dll. (Chevron? MobilOil?, etc?)
Seorang Ekonom AS bernama Paul Krugman, sebenarnya telah sejak lama menengarai adanya Slow-motion Crisis (krisis gerak lambat) menuju Great Depression (atau “depresi multidimensi dunia” karena semuanya memang berhubungan), dan bobroknya Kapitalisme-Pasar Bebas karena adanya “Bubbles Economy”.
Bubbles Economy ini, adalah fenomena gelembung-gelembung (bubbles) ekonomi, seperti hasil tiupan gelembung air sabun yang membesar cepat namun sebenarnya tak kuat bertahan lama. Dan menurutnya, disebabkan prinsip dasar para investor Kapitalisme hasil pemikiran Yahudi:
• Think short-term (berpikir spekulatif pendek)
• Be greedy (tamak)
• Believe in the greater fool (percaya orang lebih bodoh)
• Run with the herd (mengikuti gerakan kelompok)
• Over-generalize (menggampangkan masalah), dan
• Play with other people’s money (menggunakan uang orang lain).
Menilik sekilas saja prinsip-prinsip ini, adalah hal-hal yang juga sebenarnya patut dihindari umat beragama, sekaligus tidak bernilai Islami tentu saja. Saat Asia disebut ”berkeajaiban Ekonomi” di ‘90-an, iapun meragukannya, karena itu hasil dari Bubbles Economy. Namun, karena melawan pendapat Ekonom umum, ia juga lama dianggap sebagai ”Ekonom Pesimistis” dan dikucilkan mayoritas kaum Ekonom dan Sekuler dunia.
Namun, di kemudian hari, ia terbukti benar, dan mendapatkan Hadiah Nobel 2008, saat di tahun 2007-2008, Amerikas Serikat hampir bangkrut total dalam Great Depression itu, dan mau tak mau mebuktikan kebenaran teorinya! Juga saat Asian Crisis (Krisis Asia) atau Krisis Moneter Asia melanda Asia di sekitar tahun 1997-2001! Efek Dominonya, memang ke mana-mana, termasuk menumbangkan Rezim Orde Baru.
Ingatlah, bahwa bahkan nilai tukar Dollar AS BUKAN didasarkan kepada nilai (cadangan) emas (dan perak) sesungguhnya! Amerika Serikat dulu mengikuti kesepakatan dunia ini, namun saat hampir bangkrut karena Perang Vietnam dan diembargo minyak negara Arab-muslim dalam perang Arab-Israel, mereka keluar dari kesepakatan dunia itu!
Dan herannya, tak banyak yang dapat diperbuat negara lain.
Ekonomi dunia Sekuler dengan berbagai asumsi ekonomi a la Ekonomi Modern semacam Time Value of Mony, Inflasi, Deflasi, Suku Bunga (Riba), dan sebagainya, ini benar-benar adalah sebuah kerapuhan struktur a la gelembung busa (bubbles)! Setidaknya karena berdasarkan asumsi-asumsi yang tak berdasar kuat hasil berbagai teori Ekonomi Sekuler pemikiran ahli-ahli 'pemikir' Yahudi!
BANDINGKANLAH dengan standar syari'ah uang Dirham dan Dinar yang memakai standar perbandingan nilai tukar emas dan perak sesungguhnya!
Sejak jaman Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam SAMPAI sekarang, HARGA seekor kambing adalah 1 Dinar (sama dengan sekitar Rp 800.000,-) dan HARGA seekor ayam adalah 1 Dirham (sama dengan sekitar Rp 27.000,-)!
Aman dan tetap, realistis dan tidak menipu!
Bahkan sekarang ekonom dunia dan negara Sekuler sedang mengkaji sistem Syari'ah! Singapura sudah mencanangkan diri menjadi hub (penghubung) perbankan syari'ah di Asia Tenggara, bahkan!
Namun celakanya, kepemilikan/pemanfaatan tambang emas dan perak dunia, misalnya Freeport di Indonesia, sudah secara dominan dimilki kaum Sekuler-Yahudi ini!
Dan menarik untuk merenungkan bahwa Wakil Presiden Nusantara RI 2009 dikenal luas (entah benar atau tidak) sebagai Profesor pendukung dan kawan Ekonomi Neo-lib, bahkan juga Mafia Berkeley dan kroninya, termasuk mereka yang mungkin telah duduk di Kabinet atau seputarnya. Entahlah, apakah ini benar atau tidak, namun kiranya siapapun patur waspada, terutama mengingat hasil pembangunan a la Corporatocracy di Indonesia selama ini.
Serta bahwa Indonesia, buta dengan 'berbahagia' sudah, merayakan Demokrasi yang mungkin tidak demokratis? Apalagi karena Demokrasi yang meletakkan kebenaran kepada pendapat mayoritas/suara manusia terbanyak di satu kaum itu, bukan prinsip Islam, karena prinsip Islam membenarkan apapun yang benar dari Allah?
Maka pula, justifikasi Pluralisme yang sebenarnya berakarkan keragaman yang wajar, kemudian diekstremkan menjadi paham bahwa semua agama itu benar, yang sebenarnya kembali kepada pemahaman sekitar 3000-4000 tahun lalu saat Yunani Kuno bingung dengan Relativisme Sofisnya dan beranggapan bahwa kebenaran itu relatif dan semua versi kebenaran itu adalah benar, alias sudah sangat ketinggalan jaman, karena kebenaran sesungguhnya ada, yaitu dari Tuhan Alam Semesta, Allah, dan bukan kebenaran versi manusia manapun.
Juga ada Liberalisme, paham kebebasan termasuk pemikiran bebas (dan kehidupan bebas) yang sebenarnya adalah kepanjangan Rasionalisme-Materialisme, dan melahirkan atau sejalan pula dengan budaya ’Popular-gaul’, yang sebenarnya adalah kepanjangan tangan dari paham ketakbertanggungjawaban bahkan Hedonistik (ingin bersenang-senang saja). Ini adalah juga buntut dari budaya-pemikiran Yahudi.
Dan tentu saja, ada Sekulerisme, yang menafikan agama, hasil pemikiran inteletualis Barat - yang sebagian adalah Yahudi - yang muak akan agamanya selama kebodohan Abad Pertengahan, namun terlanjur diaplikasikan kepada agama manapun di dunia! Termasuk dengan sedapat meungkin menjauhkan muslim dari apapun yang adalah standar agamanya!
Ketiganya, kita perlu waspadai sebagai bahaya "SEPILIS" atau SEkulerisme-PluralIsme-LIberaliSme, yang lagi-lagi adalah hasil pemikiran sesat manusia, yang sebagian besar adalah hasil perkembangan budaya sesat Yahudi internasional selama berabad-abad!
Iblis dan Setan memang akan menyesatkan kita dari arah manapun: muka, belakang, kanan, kiri (QS al A'raf ayat 17/ QS 7:17), akan terpengaruh manusia, kecuali yang ikhlas (mukhlisiin) darinya (QS al Hijr 39-40/QS 15:39-40).
... BERSAMBUNG ...
Daftar Merek Dagang dan/Perusahaan Global Penyumbang kepada Bani Israil (Israel-Yahudi) dalam ikatan Kapitalisme-Pasar Bebas dan Corporatocracy di jaman Modern (Abad XVII-XX) dan Pos-Modern (Abad XX-XXI) ini:
+ A & W
+ AOL
+ AT & T
+ Andrex, Kotex
+ Arbusto Oil
+ Ariel
+ Biotherm
+ British Telecom
+ Boeing
+ Boss
+ Cable & Wireless
+ Coca-Cola (Sprite, Fanta, dll.)
+ Carlyle Group
+ Carrefour
+ Citibank
+ Danone
+ Daimler
+ De Beers
+ Delco
+ Disney
+ Donna Karan
+ Estee Lauder
+ GAP
+ Garnier
+ General Motors
+ Halliburton
+ Huggies
+ Jo Malone
+ Johnson & Johnson’s (dihargai Israel sebagai yang tertinggi)
+ Kentucky Fried Chicken (KFC)
+ Kimberley-Clarke
+ Kit Kat
+ Kleenex
+ L’ Oreal
+ Lamer
+ Lancome
+ Levi’s
+ Libby’s
+ Mac Donald’s (Mac D)
+ Marks & Spencer
+ Marlboro, Benson’s (Philip Morris termasuk Sampoerna yang sekarang milik Philip Morris)
+ Maxwell House Coffee
+ Maybeline
+ Merit, L & M
+ Motorola
+ Nescafe
+ Nestle
+ Nokia
+ Origin Clinique
+ Pampers
+ Perrier
+ Pryca
+ Ralph Laurent
+ River Island
+ Revlon
+ Sanex
+ Sara Lee
+ Selfridges & Co
+ Starbucks
+ Siemens
+ Tchibo
+ Vittel
+ Volkswagen
+ Wrangler
+ Dll. (Chevron? MobilOil?, etc?)
Seorang Ekonom AS bernama Paul Krugman, sebenarnya telah sejak lama menengarai adanya Slow-motion Crisis (krisis gerak lambat) menuju Great Depression (atau “depresi multidimensi dunia” karena semuanya memang berhubungan), dan bobroknya Kapitalisme-Pasar Bebas karena adanya “Bubbles Economy”.
Bubbles Economy ini, adalah fenomena gelembung-gelembung (bubbles) ekonomi, seperti hasil tiupan gelembung air sabun yang membesar cepat namun sebenarnya tak kuat bertahan lama. Dan menurutnya, disebabkan prinsip dasar para investor Kapitalisme hasil pemikiran Yahudi:
• Think short-term (berpikir spekulatif pendek)
• Be greedy (tamak)
• Believe in the greater fool (percaya orang lebih bodoh)
• Run with the herd (mengikuti gerakan kelompok)
• Over-generalize (menggampangkan masalah), dan
• Play with other people’s money (menggunakan uang orang lain).
Menilik sekilas saja prinsip-prinsip ini, adalah hal-hal yang juga sebenarnya patut dihindari umat beragama, sekaligus tidak bernilai Islami tentu saja. Saat Asia disebut ”berkeajaiban Ekonomi” di ‘90-an, iapun meragukannya, karena itu hasil dari Bubbles Economy. Namun, karena melawan pendapat Ekonom umum, ia juga lama dianggap sebagai ”Ekonom Pesimistis” dan dikucilkan mayoritas kaum Ekonom dan Sekuler dunia.
Namun, di kemudian hari, ia terbukti benar, dan mendapatkan Hadiah Nobel 2008, saat di tahun 2007-2008, Amerikas Serikat hampir bangkrut total dalam Great Depression itu, dan mau tak mau mebuktikan kebenaran teorinya! Juga saat Asian Crisis (Krisis Asia) atau Krisis Moneter Asia melanda Asia di sekitar tahun 1997-2001! Efek Dominonya, memang ke mana-mana, termasuk menumbangkan Rezim Orde Baru.
Ingatlah, bahwa bahkan nilai tukar Dollar AS BUKAN didasarkan kepada nilai (cadangan) emas (dan perak) sesungguhnya! Amerika Serikat dulu mengikuti kesepakatan dunia ini, namun saat hampir bangkrut karena Perang Vietnam dan diembargo minyak negara Arab-muslim dalam perang Arab-Israel, mereka keluar dari kesepakatan dunia itu!
Dan herannya, tak banyak yang dapat diperbuat negara lain.
Ekonomi dunia Sekuler dengan berbagai asumsi ekonomi a la Ekonomi Modern semacam Time Value of Mony, Inflasi, Deflasi, Suku Bunga (Riba), dan sebagainya, ini benar-benar adalah sebuah kerapuhan struktur a la gelembung busa (bubbles)! Setidaknya karena berdasarkan asumsi-asumsi yang tak berdasar kuat hasil berbagai teori Ekonomi Sekuler pemikiran ahli-ahli 'pemikir' Yahudi!
BANDINGKANLAH dengan standar syari'ah uang Dirham dan Dinar yang memakai standar perbandingan nilai tukar emas dan perak sesungguhnya!
Sejak jaman Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam SAMPAI sekarang, HARGA seekor kambing adalah 1 Dinar (sama dengan sekitar Rp 800.000,-) dan HARGA seekor ayam adalah 1 Dirham (sama dengan sekitar Rp 27.000,-)!
Aman dan tetap, realistis dan tidak menipu!
Bahkan sekarang ekonom dunia dan negara Sekuler sedang mengkaji sistem Syari'ah! Singapura sudah mencanangkan diri menjadi hub (penghubung) perbankan syari'ah di Asia Tenggara, bahkan!
Namun celakanya, kepemilikan/pemanfaatan tambang emas dan perak dunia, misalnya Freeport di Indonesia, sudah secara dominan dimilki kaum Sekuler-Yahudi ini!
Dan menarik untuk merenungkan bahwa Wakil Presiden Nusantara RI 2009 dikenal luas (entah benar atau tidak) sebagai Profesor pendukung dan kawan Ekonomi Neo-lib, bahkan juga Mafia Berkeley dan kroninya, termasuk mereka yang mungkin telah duduk di Kabinet atau seputarnya. Entahlah, apakah ini benar atau tidak, namun kiranya siapapun patur waspada, terutama mengingat hasil pembangunan a la Corporatocracy di Indonesia selama ini.
Serta bahwa Indonesia, buta dengan 'berbahagia' sudah, merayakan Demokrasi yang mungkin tidak demokratis? Apalagi karena Demokrasi yang meletakkan kebenaran kepada pendapat mayoritas/suara manusia terbanyak di satu kaum itu, bukan prinsip Islam, karena prinsip Islam membenarkan apapun yang benar dari Allah?
Maka pula, justifikasi Pluralisme yang sebenarnya berakarkan keragaman yang wajar, kemudian diekstremkan menjadi paham bahwa semua agama itu benar, yang sebenarnya kembali kepada pemahaman sekitar 3000-4000 tahun lalu saat Yunani Kuno bingung dengan Relativisme Sofisnya dan beranggapan bahwa kebenaran itu relatif dan semua versi kebenaran itu adalah benar, alias sudah sangat ketinggalan jaman, karena kebenaran sesungguhnya ada, yaitu dari Tuhan Alam Semesta, Allah, dan bukan kebenaran versi manusia manapun.
Juga ada Liberalisme, paham kebebasan termasuk pemikiran bebas (dan kehidupan bebas) yang sebenarnya adalah kepanjangan Rasionalisme-Materialisme, dan melahirkan atau sejalan pula dengan budaya ’Popular-gaul’, yang sebenarnya adalah kepanjangan tangan dari paham ketakbertanggungjawaban bahkan Hedonistik (ingin bersenang-senang saja). Ini adalah juga buntut dari budaya-pemikiran Yahudi.
Dan tentu saja, ada Sekulerisme, yang menafikan agama, hasil pemikiran inteletualis Barat - yang sebagian adalah Yahudi - yang muak akan agamanya selama kebodohan Abad Pertengahan, namun terlanjur diaplikasikan kepada agama manapun di dunia! Termasuk dengan sedapat meungkin menjauhkan muslim dari apapun yang adalah standar agamanya!
Ketiganya, kita perlu waspadai sebagai bahaya "SEPILIS" atau SEkulerisme-PluralIsme-LIberaliSme, yang lagi-lagi adalah hasil pemikiran sesat manusia, yang sebagian besar adalah hasil perkembangan budaya sesat Yahudi internasional selama berabad-abad!
Iblis dan Setan memang akan menyesatkan kita dari arah manapun: muka, belakang, kanan, kiri (QS al A'raf ayat 17/ QS 7:17), akan terpengaruh manusia, kecuali yang ikhlas (mukhlisiin) darinya (QS al Hijr 39-40/QS 15:39-40).
... BERSAMBUNG ...
Sabtu, 04 Desember 2010
seri telaah kristen VI: sejarah yahudi dan perjanjian lama 5
.. LANJUTAN ...
Dan kini, setelah sekian lama negara Israel berdiri, mereka berusaha ’menjajah-menguasai’ dunia melalui berbagai cara.
Sejak pertengahan Abad XX Masehi, dengan Corporatocracy atau Neo-Kolonialisme sistem kerajaan global hasil jaringan Corporation(s) perusahaan multinasional-transnasional-global, lembaga keuangan dunia, dengan Autocracy(ies) pemerintahan berbagai negara untuk kepentingan mereka sendiri melalui kaki-tangannya (baik disadari mereka atau tidak) di berbagai ‘negara jajahan’ (termasuk Indonesia) yang dimulai segolongan AS terutama melalui bisnis energi; lengkaplah sudah eksploitasi ketamakan a la Kapitalisme, dan setidaknya langkah AS di bawah George W. Bush-Dick Cheney (dengan perusahaan mereka macam Carlyle Group di bidang senjata, Halliburton di bidang mega-infrastruktur, Arbusto di bidang minyak, dsb.) dan sekutunya (perusahaan lain termasuk negara-negara sekutu) sangat mencerminkan ini.
Istilah "Corporatocracy" ini pertama kali dicuatkan oleh John Perkins, dalam buku fenomenalnya “The Confessions Of An Economic Hit Man”, dengan website http://www.johnperkins.org/
Sebelum bertobat, John Perkins menjadi salah satu dari banyak ”Economic Hit Man (EHM)”, suatu istilah ’kode’ di antara mereka sendiri yang merujuk kepada orang yang ditugaskan untuk dua pekerjaan utama:
1. Membenarkan pinjaman internasional yang besar kepada negara-negara berkembang yang kemudian akan disalurkan kembali kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan sekutunya seperti ”Bechtel”, ”Halliburton”, ”Stone & Webster Engineering Corporation (SWEC)”, ”Brown & Root” atau ”Kellog Brown & Root”, ”Chevron”, ”Mobil Oil”, dan sebagainya; melalui proyek-proyek rekayasa teknis (engineering), energi, konstruksi raksasa, dan sebagainya.
2. Membangkrutkan negara-negara yang menerima pinjaman itu (setelah negara-negara itu membayar perusahaan kontraktor Amerika Serikat lainnya, tentu saja) sehingga negara-negara itu selamanya akan berhutang kepada kreditor mereka itu dan dengan demikian mereka akan menjadi sasaran empuk dan sekutu yang penurut ketika Amerika Serikat (dan sekutu-sekutunya, mungkin) memerlukan dukungan mereka seperti untuk pangkalan militer, hak suara PBB, atau akses kepada minyak dan sumber daya alam lain.
Caranya, adalah melalui prediksi efek investasi miliaran dolar kreditor di suatu negara yang telah direkayasa agar meyakinkan, terutama melalui telaah dan modifikasi Produk Nasional Bruto (PNB) negara itu; dan karenanya proyek yang diprediksikan menghasilkan PNB tertinggi akan menang. Jika ternyata hanya satu proyek yang dipertimbangkan, maka para EHM perlu mendemonstrasikan dengan meyakinkan, melakukan presentasi yang memukau, bahwa mengembangkannya akan membawa manfaat yang besar bagi PNB negara tersebut.
Aspek yang tak perlu diungkapkan di balik ini adalah, kiranya bahwa proyek-proyek ini dimaksudkan untuk membuat laba yang besar bagi para kontraktor, dan untuk membahagiakan segelintir keluarga kaya dan berpengaruh di negara penerima bantuan; seraya memastikan ketergantungan finansial jangka panjang dan loyalitas politik pemerintah di seluruh dunia terhadap orang-orang dan negara(-negara) pemberi donor.
Maka tentu saja berdasarkan ini semua, semakin besar pinjamannya, hutang yang lebih besar daripada seharusnya, semakin baik untuk mereka para anggota ”Corporatocracy”.
Fakta bahwa hutang yang dibebankan kepada suatu negara kemudian akan menghilangkan alokasi dana kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya bagi rakyat miskin negara itu, tidaklah penting bagi mereka, kiranya.
Menurutnya, INDONESIA adalah salah satu korban mereka, dan ia pernah bertugas di Nusantara Republik Indonesia di awal dekade 1970-an Masehi (atau dengan kata lain adalah di masa Orde Baru Republik Indonesia).
Dan Nusantara Republik Indonesia memang berhutang sangat luar-biasa, dan bahkan secara Riba dengan bunganya (dan bunga berbunga) kepada berbagai lembaga keuangan dan negara dunia (sama saja), saat ini.
Maka, negara-negara yang telah berhasil ia taklukkan atau paling tidak ia ketahui fakta-faktanya tentang operasi super rahasia ini adalah antara lain Ekuador, Indonesia, Arab Saudi, Iran, Panama, Iraq, Kolombia, Venezuela. Pertama, akan dikirimkan agen2 Pembunuh Bayaran Ekonomi (Economic Hit Men) ini dengan berbagai persuasinya (termasuk uang dan seks), dan jika gagal, maka tak segan, mereka mengirim para 'Jackal' (serigala) pembunuh. Jika ini masih gagal, maka dikirimkanlah para tentara, yang diatur dengan seresmi mungkin alasan pembenaran.
Para EHM dan ’serigala’, menemui kegagalan di Iraq, Panama, dan Venezuela namun toh tidak demikian para tentara Paman Samnya yang sukses dengan Invasi oleh Amerika Serikat ke Panama dan Perang Teluknya ke Iraq, juga Afghanistan dan sekitarnya yang kaya sumber daya energi terutama minyak dan gas.
Dan John Perkins mengungkapkan kekhawatirannya bahwa banyak orang biasa di berbagai negara (termasuk di Indonesia, tentunya) yang mungkin secara tak sadar juga menjadi bagian dari sistem Corporatocracy di berbagai sendi sistem pemerintahan, perusahaan, berbagai organisasi, dan dengan sendirinya menjadi alat untuk menekan lawan-lawan kepentingan Corporatocary; dengan cara memanfaatkan kelemahan-kelemahan orang-orang biasa itu seperti melalui lobbying, hadiah, gaji, bonus, pelatihan, pemotivasian, penggalangan opini dan simpati; dan sebagainya, terutama dalam Demokrasi dan Kapitalisme serta Pasar Bebas.
Ia juga khawatir akan wewenang AS yang bebas mencetaki uang Dollar baru (sekaligus bunga-ribanya) dan menyarankan semua negara yang mengutangi AS menagihnya dengan mata uang lain untuk mengurangi dominasi AS (misalnya menggunakan Euro, seperti yang pernah dilakukan Saddam Husein dalam perdagangan minyak Iraq dengan AS, dan membuat murka AS, dan menyerang Iraq).
Dan (tanpa sama-sekali bermaksud rasialis), DALAM KENYATAANNYA, dicampur-tangani banyak kalangan Yahudi-Bani Israil (baik asli maupun pembauran) dan sekutunya, sepanjang sejarah; untuk keuntungannya.
Ada jaringan manusia ‘pengatur’ di balik para manusia pejabat ‘pengatur resmi’ dunia.
Penguasaan energi dan sumber daya alam dengan segala cara a la Corporatocracy ini lahir, terutama setelah USA (dan bangsa Yahudi di dalamnya) belajar banyak dari kekalahan mereka saat kalah babak-belur diembargo muslim dan Arab di dekade 1970-an.
Dan kini kita menemukan bangsa Arab dan mayoritas muslim, tak dapat banyak berbuat karena sudah menjadi sapi perahan Corporatocracy, berhutang kepada mereka, menyia-nyiakan karunia sumber daya alam dari Allah SWT dengan segala potensinya, mubadzir, karena semakin tidak bertakwa, bersyukur terhadapNya.
Maka bila ketaktakwaan itu menipis atau hilang, Allah SWT tak segan menurunkan azabNya.
QS Al Israa’ ayat 7:
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Dalam potongan ayat QS Al Israa’ 7 (17:07) ini, “ … dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”, maka bahkan Allah S.W.T. pun akan membiarkan mereka (para musuh kebaikan) itu bebas masuk ke dalam masjid (satu tempat yang melambangkan kehormatan dan kesucian muslim), dan membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai ,
Hal ini mungkin saja, jika muslim yang diberi amanah memanfaatkan, menjaga ciptaan Allah S.W.T. tidak (atau tidak lagi) melakukan hal-hal Islami (tidak menjaga amahaNya, antara lain), tidak memenuhi syarat untuk dimenangkan menjadi pemimpin di satu masa itu, di mana kejahatan muslim justru lebih menonjol daripada kebaikannya. Bahkan dalam ayat ini disebutkan sampai-sampai melakukan kejahatan ‘yang kedua’ atau dalm hal ini juga ditafsirkan, bahkan mengulanginya (“ … dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua …”).
Kemenangan, kehormatan, ketinggian derajat dan macam-macam hal terkait janji Tuhan melalui Islam dan segala agamaNya sebelumnya bagi muslim, diberikan, jika muslim melakukan yang diperintahkan Allah S.W.T., jika seseorang itu adalah orang-orang yang beriman, melakukan hal-hal islami.
... BERSAMBUNG ...
Dan kini, setelah sekian lama negara Israel berdiri, mereka berusaha ’menjajah-menguasai’ dunia melalui berbagai cara.
Sejak pertengahan Abad XX Masehi, dengan Corporatocracy atau Neo-Kolonialisme sistem kerajaan global hasil jaringan Corporation(s) perusahaan multinasional-transnasional-global, lembaga keuangan dunia, dengan Autocracy(ies) pemerintahan berbagai negara untuk kepentingan mereka sendiri melalui kaki-tangannya (baik disadari mereka atau tidak) di berbagai ‘negara jajahan’ (termasuk Indonesia) yang dimulai segolongan AS terutama melalui bisnis energi; lengkaplah sudah eksploitasi ketamakan a la Kapitalisme, dan setidaknya langkah AS di bawah George W. Bush-Dick Cheney (dengan perusahaan mereka macam Carlyle Group di bidang senjata, Halliburton di bidang mega-infrastruktur, Arbusto di bidang minyak, dsb.) dan sekutunya (perusahaan lain termasuk negara-negara sekutu) sangat mencerminkan ini.
Istilah "Corporatocracy" ini pertama kali dicuatkan oleh John Perkins, dalam buku fenomenalnya “The Confessions Of An Economic Hit Man”, dengan website http://www.johnperkins.org/
Sebelum bertobat, John Perkins menjadi salah satu dari banyak ”Economic Hit Man (EHM)”, suatu istilah ’kode’ di antara mereka sendiri yang merujuk kepada orang yang ditugaskan untuk dua pekerjaan utama:
1. Membenarkan pinjaman internasional yang besar kepada negara-negara berkembang yang kemudian akan disalurkan kembali kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan sekutunya seperti ”Bechtel”, ”Halliburton”, ”Stone & Webster Engineering Corporation (SWEC)”, ”Brown & Root” atau ”Kellog Brown & Root”, ”Chevron”, ”Mobil Oil”, dan sebagainya; melalui proyek-proyek rekayasa teknis (engineering), energi, konstruksi raksasa, dan sebagainya.
2. Membangkrutkan negara-negara yang menerima pinjaman itu (setelah negara-negara itu membayar perusahaan kontraktor Amerika Serikat lainnya, tentu saja) sehingga negara-negara itu selamanya akan berhutang kepada kreditor mereka itu dan dengan demikian mereka akan menjadi sasaran empuk dan sekutu yang penurut ketika Amerika Serikat (dan sekutu-sekutunya, mungkin) memerlukan dukungan mereka seperti untuk pangkalan militer, hak suara PBB, atau akses kepada minyak dan sumber daya alam lain.
Caranya, adalah melalui prediksi efek investasi miliaran dolar kreditor di suatu negara yang telah direkayasa agar meyakinkan, terutama melalui telaah dan modifikasi Produk Nasional Bruto (PNB) negara itu; dan karenanya proyek yang diprediksikan menghasilkan PNB tertinggi akan menang. Jika ternyata hanya satu proyek yang dipertimbangkan, maka para EHM perlu mendemonstrasikan dengan meyakinkan, melakukan presentasi yang memukau, bahwa mengembangkannya akan membawa manfaat yang besar bagi PNB negara tersebut.
Aspek yang tak perlu diungkapkan di balik ini adalah, kiranya bahwa proyek-proyek ini dimaksudkan untuk membuat laba yang besar bagi para kontraktor, dan untuk membahagiakan segelintir keluarga kaya dan berpengaruh di negara penerima bantuan; seraya memastikan ketergantungan finansial jangka panjang dan loyalitas politik pemerintah di seluruh dunia terhadap orang-orang dan negara(-negara) pemberi donor.
Maka tentu saja berdasarkan ini semua, semakin besar pinjamannya, hutang yang lebih besar daripada seharusnya, semakin baik untuk mereka para anggota ”Corporatocracy”.
Fakta bahwa hutang yang dibebankan kepada suatu negara kemudian akan menghilangkan alokasi dana kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial lainnya bagi rakyat miskin negara itu, tidaklah penting bagi mereka, kiranya.
Menurutnya, INDONESIA adalah salah satu korban mereka, dan ia pernah bertugas di Nusantara Republik Indonesia di awal dekade 1970-an Masehi (atau dengan kata lain adalah di masa Orde Baru Republik Indonesia).
Dan Nusantara Republik Indonesia memang berhutang sangat luar-biasa, dan bahkan secara Riba dengan bunganya (dan bunga berbunga) kepada berbagai lembaga keuangan dan negara dunia (sama saja), saat ini.
Maka, negara-negara yang telah berhasil ia taklukkan atau paling tidak ia ketahui fakta-faktanya tentang operasi super rahasia ini adalah antara lain Ekuador, Indonesia, Arab Saudi, Iran, Panama, Iraq, Kolombia, Venezuela. Pertama, akan dikirimkan agen2 Pembunuh Bayaran Ekonomi (Economic Hit Men) ini dengan berbagai persuasinya (termasuk uang dan seks), dan jika gagal, maka tak segan, mereka mengirim para 'Jackal' (serigala) pembunuh. Jika ini masih gagal, maka dikirimkanlah para tentara, yang diatur dengan seresmi mungkin alasan pembenaran.
Para EHM dan ’serigala’, menemui kegagalan di Iraq, Panama, dan Venezuela namun toh tidak demikian para tentara Paman Samnya yang sukses dengan Invasi oleh Amerika Serikat ke Panama dan Perang Teluknya ke Iraq, juga Afghanistan dan sekitarnya yang kaya sumber daya energi terutama minyak dan gas.
Dan John Perkins mengungkapkan kekhawatirannya bahwa banyak orang biasa di berbagai negara (termasuk di Indonesia, tentunya) yang mungkin secara tak sadar juga menjadi bagian dari sistem Corporatocracy di berbagai sendi sistem pemerintahan, perusahaan, berbagai organisasi, dan dengan sendirinya menjadi alat untuk menekan lawan-lawan kepentingan Corporatocary; dengan cara memanfaatkan kelemahan-kelemahan orang-orang biasa itu seperti melalui lobbying, hadiah, gaji, bonus, pelatihan, pemotivasian, penggalangan opini dan simpati; dan sebagainya, terutama dalam Demokrasi dan Kapitalisme serta Pasar Bebas.
Ia juga khawatir akan wewenang AS yang bebas mencetaki uang Dollar baru (sekaligus bunga-ribanya) dan menyarankan semua negara yang mengutangi AS menagihnya dengan mata uang lain untuk mengurangi dominasi AS (misalnya menggunakan Euro, seperti yang pernah dilakukan Saddam Husein dalam perdagangan minyak Iraq dengan AS, dan membuat murka AS, dan menyerang Iraq).
Dan (tanpa sama-sekali bermaksud rasialis), DALAM KENYATAANNYA, dicampur-tangani banyak kalangan Yahudi-Bani Israil (baik asli maupun pembauran) dan sekutunya, sepanjang sejarah; untuk keuntungannya.
Ada jaringan manusia ‘pengatur’ di balik para manusia pejabat ‘pengatur resmi’ dunia.
Penguasaan energi dan sumber daya alam dengan segala cara a la Corporatocracy ini lahir, terutama setelah USA (dan bangsa Yahudi di dalamnya) belajar banyak dari kekalahan mereka saat kalah babak-belur diembargo muslim dan Arab di dekade 1970-an.
Dan kini kita menemukan bangsa Arab dan mayoritas muslim, tak dapat banyak berbuat karena sudah menjadi sapi perahan Corporatocracy, berhutang kepada mereka, menyia-nyiakan karunia sumber daya alam dari Allah SWT dengan segala potensinya, mubadzir, karena semakin tidak bertakwa, bersyukur terhadapNya.
Maka bila ketaktakwaan itu menipis atau hilang, Allah SWT tak segan menurunkan azabNya.
QS Al Israa’ ayat 7:
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Dalam potongan ayat QS Al Israa’ 7 (17:07) ini, “ … dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”, maka bahkan Allah S.W.T. pun akan membiarkan mereka (para musuh kebaikan) itu bebas masuk ke dalam masjid (satu tempat yang melambangkan kehormatan dan kesucian muslim), dan membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai ,
Hal ini mungkin saja, jika muslim yang diberi amanah memanfaatkan, menjaga ciptaan Allah S.W.T. tidak (atau tidak lagi) melakukan hal-hal Islami (tidak menjaga amahaNya, antara lain), tidak memenuhi syarat untuk dimenangkan menjadi pemimpin di satu masa itu, di mana kejahatan muslim justru lebih menonjol daripada kebaikannya. Bahkan dalam ayat ini disebutkan sampai-sampai melakukan kejahatan ‘yang kedua’ atau dalm hal ini juga ditafsirkan, bahkan mengulanginya (“ … dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua …”).
Kemenangan, kehormatan, ketinggian derajat dan macam-macam hal terkait janji Tuhan melalui Islam dan segala agamaNya sebelumnya bagi muslim, diberikan, jika muslim melakukan yang diperintahkan Allah S.W.T., jika seseorang itu adalah orang-orang yang beriman, melakukan hal-hal islami.
... BERSAMBUNG ...
Langganan:
Postingan (Atom)